As a big fan of Natural History Museum, coming to the extended opening hours are a must! Kapan lagi bisa ngerasain night a the museum di tempat asli shootingnya yekan. So here we go our experience in American Museum of Natural History (AMNH) yang ada di New York City.
Ini adalah kali kedua kami kesini. Dibandingin dengan dua natural history museum yang pernah kami datengin, yang ada di London dan Washington D.C., AMNH ini adalah yang terbesar dan terluas. Koleksinya mencapai 40 juta spesimen dengan ratusan ilmuwan yang bekerja di belakangnya. Kali pertama kami kesini sesungguhnya kurang enjoyable karena rame banget. Waktu itu lagi winter, dan kayanya semua orang berpikir buat hangout indoor jadinya padet banget ini museum.
Little did we know, ternyata saat summer, AMNH ada program extended opening hours. Yang biasanya jam 5 sore udah tutup, khusus di hari Sabtu mereka tetep buka sampe jam 9 malem. Oh ya, AMNH nggak gratis ya kaya yang di London atau DC. Tiketnya tergolong mahal, sekitar 37$ per orang dan $22 untuk anak-anak (3-12 tahun). Tapi, ada special price untuk student, senior, dan bisa pay-as-you-wish buat orang yang punya IDNYC (kaya kami kemarin).
Kesan pertama pas masuk museum ini di extended hours, WAH SEPI! Sesepi itu karena mungkin yang tau infonya juga terbatas bagi yang-tau-tau-aja ya. Happy banget loh yang tau biasanya serame apa tiba-tiba bisa kesini dalam kondisi sedamai itu. Kami langsung menuju ke exhibit Blue Whale karena dulu belum sempet kesini. Exhibit ini ikonik banget karena ada ikan paus segede gaban yang tergantung di atas hall-nya. Fun fact-nya, model paus ini dibuat pada tahun 1960 berdasarkan foto female blue whale yang ditemukan pada tahun 1925 di southern tip of South America. Baru pada tahun 2001 dilakukan renovasi sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan tentang blue whale. Fun fact-nya lagi, blue whale adalah hewan terbesar yang pernah ada di dunia ini, bahkan dia lebih besar dari dinosaurus yang hidup 65 juta tahun yang lalu!
Abis dari sini kami menuju Hall of North American Forest, lagi lagi karena kami a big fan of national park too! Section ini relatively small, displaying big range of plants and trees that live in American Forest. The star of the show definitely was giant Sequoia tree yang di satu potongan batangnya nyimpen 1400 tahun sejarah. Pohon ini diambil langsung dari Sierra Nevada, California pada tahun 1891.
Selesai dari sini kami langsung menuju lantai 4. Kemana lagi kalo bukan, lihat fosil dino! Nyesel gak kesini dari awal, karena ternyata beda banget feelingnya kesini pas rame banget banyak orang sama pas sepi kaya gini. Bintangnya tentu saja fosil Tyrannosaurus rex (t-rex) yang berdiri gagah di pintu masuk section ini. Fosil t-rex pertama kali ditemukan pada tahun 1902 di Hell Creek, Montana, oleh Barnum Brown, seorang pemburu fosil dinosaurus. Enam tahun kemudian, Brown menemukan lagi fosil yang jauh lebih lengkap di Big Dry Creek, Montana, yang sampai saat ini dipajang di AMNH.
Empat jam muter-muter ternyata masih banyak section yang bahkan belum kita masuki sama sekali. Before coming back home, we definitely gonna come here again (di extended open hours pastinya!).












No comments