Pendakian Cikuray 2.821 mdpl via Pemancar

“It’s not the mountain we conquer, it's ourselves”
Tanggal 26-28 Januari 2018 yang lalu, saya dan enam orang teman memilih untuk menghabiskan weekend dengan mendaki Gunung Cikuray di Garut, Jawa Barat dengan ketinggian 2.821 mdpl, yang juga merupakan gunung tertinggi ke-4 di Jawa Barat.


Kami berangkat dari Jakarta jam 10 malam dengan mobil pribadi, menuju Garut via Bandung (karena harus jemput salah satu temen). Ke Garut via Bandung saat weekend sangat tidak disarankan ya teman-teman. Macetnya parah. Kami baru sampai di Garut sekitar pukul 7 pagi. Untuk menuju basecamp Pemancar, ada angkutan pickup yang bisa disewa dengan biaya Rp. 65.000/orang dari Terminal Garut. Tapi kami kemarin tetep kekeuh bawa mobil sampe basecamp. Untuk mobil sejenis Avanza dan Innova kuat-kuat aja kok sampe basecamp. But make sure mobilnya bener-bener dalam kondisi baik ya.

2017 in Review

What a year it’s been.

Since 2017 is going to end, I find this to be a great time to reflect on what’s been happened in this year so far. For me it has come with many accomplishments and surprises. And happily, I experienced few disappointments. Here’s the list of all the good things that happened in 2017:

Travelling?

I don't call myself as a travel junkie, since I have so many boundaries, like yeah, you know, money and time. But yes, it's true. I do love travelling. It always yes for travelling as long as it possible.

Kadang saya sering bertanya sendiri dalam hati, apasih yang dicari dari perjalanan-perjalanan ini?

Karena seringnya setiap perjalanan saya selalu dimulai dengan susah payah. Ibarat kata, belum mulai tapi udah capek duluan. Nyiapin perlengkapan (yang udah kececer di rumah Surabaya dan gatau dimana tepatnya), pulang “teng-go” dari kantor dan dilanjut macet-macetan di Jumat sore dari Tangerang menuju meeting point (yang biasanya di Jakarta), tired and sleepless, curi-curi tidur selama perjalanan, harus pipis di alam, or the worst, toilet yang kotor dan pesing. Kedinginan, masuk angin dan berujung pada muntah-muntah di gunung. Balik Tangerang Senin dini hari dan harus clock in sebelum 7.30 pagi, ditambah dengan after effect-nya badan capek dan kaki kaku selama 3 hari kedepan.

Human Beings

I think it's been a long time since the last time I wrote in this blog. Janji sama diri sendiri buat rutin nulis satu minggu-satu post akhirnya dilanggar juga. It's been a tough week. Kerjaan, dinas luar, pindahan kosan, dan masih banyak lagi kegiatan lain yang bikin buka laptop di weekend jadi hal yang haram dilakukan. But right now, let's talk about life. People say that life is not meant to be easy.

Have you ever feel down? 

Maen Ke Suku Baduy Dalam

Tanggal 11-12 November 2017 kemarin, saya dan enam orang teman maen-maen ke kampung Suku Baduy yang terletak di Serang, Banten. Perjalanan dimulai dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Rangkas Bitung selama ±2 jam menggunakan KRL (kereta rel listrik) dengan biaya Rp. 18.000,- per orang. Sesampainya disana kami dijemput oleh elf angkot yang udah janjian sebelumnya menuju ke Ciboleger. Perjalanan menuju ke Ciboleger memakan waktu ±2 jam dengan jalanan naik turun khas pegunungan.

Sesampainya di Ciboleger kami disambut oleh Kang Sanif, orang asli suku Baduy Dalam yang bakal nemenin kita sepanjang perjalanan, kami juga nanti bakal nginep semalem di rumahnya. Di Ciboleger kami menyempatkan buat makan siang dan sholat Dhuhur dan Ashar, baru kemudian mulai perjalanan menuju Baduy Dalam pada pukul 2 siang.