Introspeksi

Jakarta, 16 September 2017, ditulis dengan kepala dingin, ditengah tumpukan kerjaan di weekend yang cukup panas sampe harus nyalain AC.

This past 3 months was sooooo tough. My life has been roller coaster ever since. It went up and then down, up again down again, upside down, then slowly up. I should admit that life truly hit me hard on the face. Merantau sendiri ke Jakarta, putus sama pacar, deal with new people (of course with different personality), kewajiban menuhin KPI kantor, dan masih banyak lagi lainnya.

I’m not strong enough to face this, karna aku bukan aspal apron (apasih). I cried, a lot. My life was so messy. Kamar berantakan, makan gak teratur, sekalinya makan cuma makan mie instan sama boncabe banyak (faedahnya apa), tidur mulu (literally bisa tidur 15-17 jam sehari pas weekend), menarik diri dari kehidupan sosial, balik kantor malem mulu padahal ga jelas apa yang dikerjain, parah deh pokoknya. It much worse than you can imagine.

Short Course Aviation Management di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia

Hey, how are you? Everything alright?

For me everything is pretty bad, but hey, we have to grateful for what we have, right?

Dua minggu belakangan ini aku berkesempatan join short course di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug sebagai bagian dari diklat karyawan baru PT Angkasa Pura II. Orang IT belajar penerbangan? Why not. I felt so exited join this course and I thought aviation management is so fun! It’s exciting to learn new thing because I’m little bit bored learn about technologies for the past 4 years (lol)

Diklat dilaksanakan selama dua minggu di STPI Curug berupa kelas dan kuliah lapangan ke Bandara Soekarno Hatta Tangerang. Kami ber-16 juga tidur di asrama, untuk perempuan di Curug 1 dan yang laki-laki di barak Tower. Kita diperlakukan sama kaya taruna-taruni yang ada di STPI. Kalo keluar harus lapor, ada apel pagi-malam, tiap pagi olahraga, dsb. Despite all the bad things, I felt so lucky karena disini ketemu dengan banyak orang-orang hebat di bidang penerbangan. Dari mulai Pak Budi (kepala bandara terlama, yang dulunya pedangang asongan di stasiun Wonokromo), Pak Subagyo (mantan direktur utama PT Gapura Angkasa dan mantan kepala bandara Polonia), dan Bapak Ibu dosen lain yang kepanjangan kalo diceritan biografinya satu-satu.


Pengalaman Rekrutmen PCPM BI 32

Hello, kali ini aku mau sharing tentang tahapan seleksi + tips trik yang mungkin berguna dalam menghadapi seleksi PCPM Bank Indonesia. Lowongan untuk PCPM tidak dibuka tiap tahun, kira-kira 2/3 tahun sekali. Untuk angkatan 32 lowongan dibuka pada bulan September 2016 dan seluruh tahapan seleksinya selesai pada bulan Januari 2017. Jadi kira-kira makan waktu sekitar 4-5 bulan, which is sudah termasuk cepet banget jika dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa makan 12 bulan penuh untuk menyelesaikan seluruh tahapan seleksi.

Untuk seleksi awal sampai kesehatan dan psikiatri dipegang oleh PPM Manajemen, sedangkan untuk interview akhir dipegang oleh direksi dari Bank Indonesia sendiri.

Golden Sunrise in Dieng

Is it too late to post it now(?)

Well, I went there when I was doing my internship program at PT. Pertamina Refinery Unit IV, in which last year. The distance between Cilacap to Dieng is about 140 km, and we rented a car (with drama, of course, because we were not permanent residence in Cilacap). But who cares? The scenery was worth to see.