Tahapan Seleksi Rekrutmen Perum Peruri 2016

Hai! Dalam rangka menghormati status sebagai seorang job seeker, kali ini aku mau sharing-sharing nih seputar tahapan seleksi rekrutmen Perum Peruri tahun 2016. Perum Peruri apaan sih? Jadi Perum Peruri atau Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia adalah sebuah BUMN yang bergerak di bidang percetakan sekuriti yang memproduksi uang kertas, uang logam, pita cukai, materai, sertifikat tanah, paspor, dan dokumen sekuriti lainnya. Kantor pusatnya ada dua, di Jalan Pelatehen Jakarta dan Karawang, sedangkan anak perusahaannya tersebar hampir di seluruh Indonesia.

Rekrutmen tahun ini dipegang oleh pihak ketiga, yaitu ppm-manajemen, pas sampe tahap interview user baru dipegang sama Perum Peruri-nya sendiri. Tahapan seleksinya kurang lebih ada tujuh, antara lain:

My Internship Journey at PT. Pertamina RU IV #1

Here we go my story about having internship at PT. Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah.

Di kampus saya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, mahasiswa semester 6 akan disibukkan oleh kredit mata kuliah 2 sks yang harus dipenuhi yaitu mata kuliah Kerja Praktek (KP). Disini mahasiswa dituntut untuk mampu mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapatkan selama 6 semester belajar di bangku kuliah dengan terjun langsung ke sebuah perusahaan.

Lucky me, diberi kesempatan untuk magang di salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, PT. Pertamina. Tepatnya di PT. Pertamina Refinery Unit IV, Cilacap, Jawa Tengah.

Sebelum lanjut, belakangan ini sering banget dapet pertanyaan jenis ini dari temen-temen, tante, om, dan keluarga besar pas family gathering..

Seasons of Love

One of my favourite love story written by Marissa Anita entitled Seasons of Love. Go check her website, you won't disappointed :)

Source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/29/Autumn_in_Dresden.jpg

Falling in love feels so good.

It’s that feeling when cupids pierce you with their endorphine-laden arrows. There is no other way but up even when things may you bring down. You have no time to feel blue as you fill your mind with the thought of him or her. His coo. Her laughter. What ecstasy.

Cilacap Bercahaya

Demi memenuhi mata kuliah wajib Kerja Praktek dengan bobot 2 sks, saya dan dua orang teman pergi ke kota Cilacap, Jawa Tengah untuk melaksanakan kerja praktek di PT. Pertamina Refinery Unit IV. Sebenarnya ada satu lagi teman kami yang seharusnya ikut, namun karena satu dua hal akhirnya dia mengundurkan diri dan kami bertiga yang berangkat.

Tujuan utama kami adalah untuk mencari kos sebagai tempat tinggal sementara selama kami kerja praktek. Kerja prakteknya sendiri baru dimulai pada Juni akhir hingga bulan Agustus. Kami bertiga berangkat dengan menggunakan kereta kelas ekonomi Logawa dengan rute Surabaya-Purwokerto dengan harga Rp.80.000,- per orang.

Kereta berangkat pada pukul 09.15 dari Surabaya Gubeng. Karena miss communication, hingga akhirnya berujung pada salah stasiun dan harus lari-lari biar gak ketinggalan kereta. HUFT. Tapi alhamdulilah lah ya, kami akhirnya duduk manis di kereta hingga 9 jam kedepan.

Mt. Penanggungan 1.653 mdpl

"Puncak hanyalah tujuan semu, tujuan sebenarnya adalah kembali ke rumah dengan selamat"

Selepas UTS (ujian tidak serius) (ujian tengah semester), saya bersama kelima teman memutuskan untuk muncak. Gara-garanya kami gagal berangkat camping bersama calon keluarga baru, hingga akhirnya kami memutuskan untuk pergi camping sendiri. Rencana fix baru diputuskan Kamis sore, sedangkan kami berangkat Jum'at siang. Jadilah persiapan dilakukan agak keteteran. Dari mulai cari tenda, matras, carrier, nesting, dan perlengkapan standar muncak lainnya. Untungnya kami punya Niken, anak siklus. Jadilah semua perlengkapan nebeng siklus. Cuma matras aja yang sewa di Puncak Jaya, deket terminal Bratang.

Setelah belanja makanan dan menyiapkan perlengkapan, kami berkumpul di rumah Allan dulu sebelum berangkan ke trawas. Kami berangkat berlima dengan komposisi 3 cowok dan 2 cewek. Hanya satu orang yang bawa carrier, sedangkan keempat lainnya bawa daypack isi perlengkapan pribadi. Tepat bada ashar kami on the way ke Trawas untuk menuju gerbang pendakian Penanggungan via Jolotundo.

Sekitar pukul 05.00 sore kami sampai di Jolotundo. Setelah regristrasi parkir motor dan membayar tiket masuk pendakian Rp. 8.000,- per orang, dimulailah perjalanan kami ke Puncak Pawitra, Gunung Penanggungan 1653 mdpl. Perjalan awal menyenangkan! Karena jalur trekking lumayan datar dan ditambah dengan tenaga yang masih full. Matahari perlahan turun, kami bersiap memakai headlamp untuk menerangi jalur pendakian. Estimasi sampai puncak bayangan kira-kira pukul 10 malam. 

Entah ada apa dengan saya. Saya selalu saja kena masuk angin setiap naik gunung. Jadilah saya sempat istirahat lama gara-gara muntah-muntah di jalur pendakian. Tapi untung sakitnya nggak lama-lama, setelah minum tolak angin badan saya balik fit. Setelah masalah badan selesai, muncul lagi masalah baru. Masalahnya adalah jalur trekkingnya itu lho....... hell banget. Kami tertipu dengan label ketinggian yang (hanya) 1653 mdpl dan testimoni mantan-mantan pendaki Penanggungan.
"Trekkingnya bentar kok pik, cuma 3 jam"  
"Jalur trekkingnya gak jauh-jauh dari Ijen kok pik.."
WOY! Gak jauh-jauh dari Ijen dari hongkong? Tanahnya lumpur lembek dan jalurnya nanjak banget, ditambah banyak banget batu-batu gede, serta minim petunjuk menuju puncak. Jalur pendakian ke puncak banyak banget percabangan. Hanya percabangan di awal-awal yang ada pentunjuk ke puncaknya. Selebihnya? Wallahualam :) ngikut feeling dan perasaan aja #ea #baper

Habis jalan sejaman, hujan turun. Hujannya gerimis-gerimis romantis gitu, tapi asli nyusahin. Kami memutuskan pake jas hujan demi menyelamatkan perlengkapan dan baju yang kami pakai. Masalah baru muncul lagi. Salah satu teman kami, Allan, urat betisnya ketarik. Jadilah dia gabisa jalan. Tiap jalan selangkah mringis-mringis kesakitan. Kitapun bingung kudu gimana. Udah dikasih conterpain tapi tetep aja gak ngaruh. Jadilah kami istirahat lebih sering dan membesarkan hati Allan dengan ngomong "Kita jalannya santai-santai aja kok, selow aja mau sampe puncak jamberapa" :)))))

Puncak bayangan Mt. Penanggungan