The Biggest Living Tree in the World: Sequoia!


Dari San Francisco kami menuju ke Fresno menggunakan pesawat terbang. Fresno bisa dibilang seperti gerbang menuju tiga national park di California, Yosemite, Sequioa, dan Kings Canyon, karena letaknya yang sangat strategis, bener-bener di tengah-tengah antara national park itu. Kotanya cukup enak, ada walmart, berbagai resto dan fast food, juga ada Panda Express favorit kita. Di Fresno kami menuju ke Sequioa National Park dulu sebelum akhirnya explore Yosemite di hari ketiga. It took around 2 hours by car to reach Three Rivers, kota terdekat dengan Sequoia, juga dimana Airbnb kita berada.

Sequoia National Park didirikan pada 25 September 1890 dan merupakan national park kedua di US setelah Yellowstone. Taman nasional ini melindungi pohon Sequoia, yang merupakan pohon terbesar di dunia yang masih hidup sampai saat ini. Dulunya, wilayah Sierra Nevada di California Selatan ini dihuni oleh suku-suku asli Amerika (Western Mono) yang hidup berdampingan dengan the giant Sequioas selama ribuan tahun. Pada tahun 1858, suku Western Mono menunjukkan giant Sequoias pada Hale Tharp. Ia menjadi orang putih pertama yang tau bahwa ada pohon-pohon raksasa di kawasan Sierra Nevada dan menyebarkan berita tersebut. Walaupun pada tahun 1860-1880 banyak terjadi penebangan liar pohon Sequioa karena kebutuhan pemukiman, pada tahun 1890, US Congress akhirnya mengesahkan undang-undang perlindungan untuk pohon Sequoia di Sequoia National Park.




Satu hal unexpected yang kami alami selama kami disana adalah: ternyata jalannya kelak kelok parah! I mean, we understand kalo ini hutan, tapi kayanya baru ini se-parah ini kelak-keloknya, dari Three Rivers menuju kawasan Sequoia-nya. Efeknya adalah anak saya muntah-muntah, saya juga keliyengan parah hahaha. Sekitar 40 menitan durasi kelak keloknya, sampailah kita di salah satu spot Sequioa. Di hari pertama kami mampir ke Giant Forest Museum dulu. Disini dijelasin sejarah Sequoia, what to do in here, juga perbedaan antara Sequioa dan Redwoods, yang sering dikira jenis pohon yang sama. Di dekat museum ada Big Tree Trails buat yang mau trekking, tapi kami postpone karena pingin lihat General Sherman Tree dulu (pohon terbesar di dunia).

Menuju ke General Sherman Tree harus trekking. Kalo nggak mau trekking, bisa naik shuttle, nanti diturunin di halte yang deket banget sama pohonnya. Kemarin kita cukup clueless, ditambah udah jam 5 sore pas kita menuju Sherman Tree (shutte bus beroperasi sampe jam 6 sore aja), jadilah kita bawa mobil. Kalo bawa mobil, mau ga mau harus treking sekitar 30 menit buat sampe ke spot pohonnya. Trekingnya lumayan jauh ternyata, walaupun udah accessible banget. Jalannya paved jadi aman kalo mau bawa stroller ataupun wheelchair.





No comments