WFH pada dasarnya menyenangkan sih, kapan lagi bisa dengerin meeting sambil ngupas bawang atau ngepel rumah yekan. Sebagai budak korporat semi pemerintahan I really appreciate that I have the chance to still be able working from home in this kind of situation. BUT, nggak bisa dipungkiri juga stay at home for almost 24/7 sering bikin burnout. Efeknya biasanya jadi uring-uringan, feeling stuck, and constantly feel tired.
Melihat Danau Batur dari Dekat
Disela-sela stay kami di Villa Jempana, kami sempetin buat lihat Gunung dan Danau Batur dari dekat. Like I've said before in previous post, Gunung Batur dan Danau Batur menjadi ikon utama dari Kintamani. Tbh, menurut kami, agak susah untuk melihat Danau Batur dari dekat. Sekeliling Danau Batur mostly dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai lahan kebun atau tambak. I think that is the reason makanan khas Kintamani adalah Mujaer Nyat-Nyat. Mujaernya dapet hari hasil tambak hehe.
Villa Jempana: Villa Apik dengan View Ciamik
Let's talk more about road trip di Bali. Dari Labuan Bajo kami ambil flight direct ke Bali. LBJ-DPS ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Sesampainya di Ngurah Rai kami langsung menuju parkiran motor untuk mengambil motor yang kami sewa. Sewa motor di Bali terbilang gampang ya. Tarifnya sekitar Rp.70.000 untuk 24 jam tergantung tipe motornya. Untuk harga 70ribu itu dapet motor matic Honda Vario. Kondisi motornya cukup baik sih, masih enak lah buat road trip jalan jauh.
Get Well Really Soon, Bali
Everything feels like a dream, right? Kaya mimpi aja gitu perasaan di Bulan Februari masih bisa pulang ke Surabaya, main-main ke Taman Safari, trus tiba-tiba di Maret everything changes. Kita kalo keluar harus pake masker, nggak boleh keluar rumah, nggak bisa ngantor kaya biasa. It just like a dream yang sampe sekarang gatau kapan bangunnya.


