Rindu

Apalah arti memiliki,
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai, bukanlah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.

Tere Liye, dalam Rindu.


One Fine Day with Eka and Yogha

Beberapa hari yang lalu saya dan dua orang teman kuliah, Eka dan Yogha, secara tidak sengaja tiba-tiba pergi ke Tunjungan Plaza Surabaya. Dengan tujuan awal mencari kado untuk seorang teman kami yang lain, eh malah berujung dengan main sendiri seharian. Dari mulai cari kado, belanja jeans, makan di foodcourt, main di fun world sampe gempor dan berujung pada foto box dan kehujanan pas mau balik ke kampus lagi hahhaha. But we have a lot of fun! 

Eka dan Yogha adalah teman dari jaman maba yang dulu masih kumus-kumus dan ingusan, sampe sekarang Eka bertrasformasi jadi cewek cantik yang jago touch up dan Yogha yang jadi kepala departemen KWU (tapi masih tetep kumus-kumus dan ingusan). Well, mereka jadi partner kerja praktek, apa akan berujung jadi partner hidup? We'll see then.


Tanggung Jawab

Tentunya kita semua setuju bahwa semua orang di dunia ini memiliki tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing. Entah tanggung jawab dalam hal sekolah, perkuliahan, organisasi, instansi tempat bekerja, bahkan tanggung jawab pada diri sendiri dan juga keluarga. Jadi tak heran jika sedari balita kita sudah diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap hal-hal yang telah kita lakukan dengan harapan saat dewasa kelak kita sudah terbiasa untuk selalu mempertanggungjawabkan tugas-tugas dan kewajiban yang dibebankan di pundak kita.

Satu demi satu tanggung jawab kita terima. Entah itu tanggung jawab yang bersifat sukarela seperti contohnya menduduki bagian strategis organisasi, atau tanggung jawab yang bersifat wajib seperti halnya sekolah dan kuliah. Lelah? pasti. Tapi bukankah tanggung jawab demi tanggung jawab ini yang akan membentuk pribadi kita di masa yang akan datang?

Waktu Luang

Haaai, selamat malam minggu semua.
Hari ini nggak ada mood nugas-nugasnya sama sekali.
Entah karena laptop sedang virusen, atau karena cuaca Surabaya emang lagi bobok-able, atau karena ditinggal balik ke Depok.
Pokonya seharian bener-bener manjain badan banget, keluar kamar cuma buat makan sama bikin milo dingin, selebihnya gulung-gulung di kasur.

Entah, makin kesini saya makin ngerasa kalo waktu luang adalah sesuatu yang berharga.
Nggak tau juga apakah ini efek dari status mahasiswa tingkat atas dengan tugas padat merayap atau karena tumpukan SPJ yang setiap hari minta banget dipacarin.
That's why saya perhitungan banget mengenai jatah bolos. Prinsip saya, bolos harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sekali bolos harus melakukan sesuatu yang berharga haha.

Kabinet Revolutioner

"Ohana means family. Family means nobody gets left behind,or forgotten"
Kyaaaa, I can't stop myself not to post this ><
Here we go, Kabinet HMSI Revolution 2014/2015.
Btw, this photos was taken at Adventure Photo Studio.